MI Ma’arif Al Islamiyyah Campurejo Luluskan 48 Siswa, 26 Hafal Juz 30
![]() |
| 48 siswa ikuti Haflah Akhirusanah MI Ma'arif Al- Islamiyyah Campurejo |
Campurejo, Suara Wengker— Bertempat di halaman madrasah, sebanyak 26 dari 48 lulusan MI Ma’arif Al Islamiyyah Campurejo Sambit mengikuti Wisuda Tahfiz Juz 30 dalam Haflah Akhirussanah Kelas 6 dan Wisuda Tahfiz ke-4, Rabu, 17 Juni 2026.
Capaian itu menjadi penanda penguatan mutu pendidikan madrasah, terutama dalam membekali siswa dengan kemampuan dasar keagamaan sejak jenjang pendidikan dasar. Program tahfiz di MI Ma’arif Al Islamiyyah Campurejo telah berjalan selama empat tahun dan menjadi salah satu nilai tambah lulusan.
![]() |
| Ketua YPP Al-Jawahiriyyah, Dr. Abid Rohmanu, |
Selain tahfiz, madrasah juga mengembangkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti kepramukaan, drumband, dan berbagai kegiatan seni siswa. Dalam haflah akhirussanah tahun ini, para siswa turut menampilkan sejumlah atraksi, di antaranya tari Bujang Ganong, yang menambah semarak acara pelepasan lulusan.
![]() |
| Penampilan Ekstra Tari MI Ma'arif Al- Islamiyyah Campurejo |
Kepala MI Ma’arif Al Islamiyyah Campurejo, Eny Yuliana, S.Ag., dalam sambutannya menyerahkan kembali para lulusan kepada orang tua dan wali murid. Ia berharap bekal pendidikan yang diperoleh siswa selama belajar di madrasah dapat menjadi dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Ketua YPP Al-Jawahiriyyah, Dr. Abid Rohmanu, M.H.I menyampaikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Menurutnya, penguatan mutu pendidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui program keagamaan, pengembangan karakter, maupun kegiatan yang menumbuhkan keberanian dan kreativitas siswa.
Sementara itu, Pengawas Pendidikan Kecamatan Sambit, Sunarno, S.Pd.I., menekankan pentingnya Kurikulum Cinta dalam membangun suasana pendidikan yang lebih ramah, berkarakter, dan berpihak pada tumbuh kembang anak.
Haflah akhirussanah tersebut dihadiri pengurus yayasan, pengawas pendidikan, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta orang tua dan wali murid kelas 6. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan bersama terhadap proses pendidikan anak, tidak hanya di madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.(Red)


