🔵 NEWS

Reog Watoe Dhakon UIN Ponorogo Tampilkan Reog Santri Bernuansa Islami, Hipnotis Penonton Pada Festival Reog Nasional XXXI 2026

Reog Watoe Dhakon UIN Ponorogo 


Ponorogo, Suara Wengker– Tampilnya Reog Watoe Dakon dari Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berhasil mencuri perhatian penonton pada ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. Mengusung konsep Reog Santri bernuansa Islami, penampilan mereka menghadirkan perpaduan harmonis antara seni budaya warisan leluhur dengan nilai-nilai keislaman yang kental.( Jumat, 11/06/2026)

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag bersama jajaran 

Saat di temui wartawan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag mengatakan bahwa Alhamdulillah pada penampilan reog Watoe Dhakon hari ini sangat luar biasa dan tampil maksimal.

"Tampilan teman-teman sangat luar biasa dan kami berharap untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari tahun kemarin. Semoga apa yang di lakukan hari ini menjadi pemicu untuk menjadi lebih baik, pengalaman yang baik ini semoga bisa membuat teman-teman menjadi lebih dewasa untuk menentukan sikap dan bertindak. Lebih kompak, Lebih baik lagi dan lebih bersahabat." 

Pada penampilan terakhir ada nadhoman yang menunjukkan reog Watoe Dhakon merupakan reog santri dengan sentuhan dakwah, pesan moral, serta nuansa religius yang menjadi ciri khas lingkungan kampus Islam. karena UIN ponorogo adalah perpaduan keimanan keislaman dan budaya. Dengan harapan setelah transformasi dari IAIN ke UIN bisa menjadi lebih baik lagi dalam memberikan nuansa pendidikan di Indonesia.Jelas Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag

Sementara itu Mohamad Elvin Mukafi, pembina UKM PSRM Watoe Dhakon UIN Ponorogo mengatakan bahwa Alhamdulillah para pemain menampilkan sajian reog yang maksimal, Kami berlatih kurang lebih dua sampai tiga bulan,

" Adapun personil dari reog Watoe Dhakon kurang lebih ada 100 orang baik dari wirosuoro, penari ,warok, Bujang ganong pembarong dan official.semoga di festival Reog Nasional XXXI bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya." Jelas Mohamad Elvin Mukafi

konsep Reog Santri merupakan bentuk ikhtiar untuk menunjukkan bahwa budaya dan agama dapat berjalan beriringan. Melalui seni reog, generasi muda diajak mencintai budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia. sekaligus sebagai media pelestarian budaya dan sarana dakwah. 

Hadir dalam penampilan Reog Watoe Dhakon di Alon- Alon Ponorogo Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag bersama jajaran, mahasiswa universitas Islam negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dan ribuan penonton.( eSWe)



Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment