Pendadaran Calon Warga Baru PSHT Cabang Ponorogo: Mencetak Generasi Berbudi Luhur dan Adaptif di Era Modern
![]() |
| Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Sujono, M.Pd pada upacara Pendadaran Calon warga Baru |
Ponorogo, Suara Wengker– Semangat persaudaraan dan pembentukan karakter menjadi ruh dalam kegiatan Pendadaran Calon Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo yang digelar pada Minggu (14/6/2025) di Pondok Pesantren Mabaul Huda, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.(Minggu, 14/06/2026)
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan calon warga tersebut merupakan salah satu tahapan penting sebelum memasuki prosesi pengesahan sebagai warga PSHT. Selain menguji kesiapan mental dan pemahaman ajaran organisasi, pendadaran juga menjadi momentum penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri seorang warga PSHT.
Dalam arahannya, Ketua PSHT Cabang Ponorogo, **Sujono, M.Pd**, menegaskan bahwa seorang warga PSHT harus mampu menjadi pribadi yang berbudi luhur, memahami nilai kebenaran, serta memiliki kesadaran untuk selalu menjunjung tinggi norma sosial dan hukum yang berlaku di Indonesia.
> "Menjadi warga PSHT bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi bagaimana kita mampu menjadi manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, menghormati sesama, serta selalu menaati norma dan hukum yang berlaku di negara kita," ujar Sujono di hadapan peserta pendadaran.
Lebih lanjut, Sujono menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri PSHT. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
> "Calon warga PSHT harus menjadi pribadi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, tingkatkan wawasan, dan jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat. Namun, jangan sampai kehilangan jati diri dan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi dasar ajaran PSHT," tambahnya.
Suasana pendadaran berlangsung dengan penuh khidmat dan disiplin. Para peserta mendapatkan berbagai materi yang meliputi ajaran ke-SH-an, penguatan karakter, wawasan kebangsaan, etika bermasyarakat, hingga tanggung jawab sebagai warga PSHT di tengah kehidupan sosial.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen para calon warga agar senantiasa menjaga nama baik organisasi, mengedepankan sikap rendah hati, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pendadaran ini, PSHT Cabang Ponorogo berharap dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan pencak silat yang baik, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, taat hukum, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan bijaksana.
Dengan mengusung semangat *"Memayu Hayuning Bawana"*, para calon warga diharapkan mampu mengamalkan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari, menjadi perekat persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa, negara, serta masyarakat luas.(Humas/eSWe)


