-->

Iklan

Halaman

Polres Ponorogo Amankan 11 Kg Serbuk Petasan, 2 Orang Di Tetapkan Jadi Tersangka

26 April 2022, 12:06:00 PM WIB Last Updated 2022-04-26T05:06:50Z


Ponorogo, Suarawengker -Polres Ponorogo berhasil mengungkap kasus peredaran bahan peledak atau serbuk petasan diwilayah kecamatan Kauman. 2 (dua) orang ditetapkan sebagai tersangka. 


Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa tersangkanya berinisal HS dan TR. 

"HS merupakan warga Kecamatan Balong Ponorogo, Sedangkan TR Warga Kabupaten Magetan," Kata AKBP Catur Senin (25/04/2022) saat press release di lobby ananta hira sat Reskrim Polres Ponorogo. 


HS dan TR ditangkap pada hari Kamis 21April 2022 di sebuah warung kopi masuk dkh. Krajan, Ds. Pengkol, Kec. Kauman Kab. Ponorogo setelah keduanya melakukan transaksi serbuk petasan. 

"Dalam hal ini HS sebagai penjual sedangkan TR adalah pembelinya," jelas AKBP Catur 


Menurut pengakuan HS bahwa bahan serbuk petasan tersebut didapatkan dengan cara membeli online secara terpisah di sebuah toko online yang kemudian dioplos, caranya melihat dari Youtube. 

"HS menjualnya dipasaran melalui media sosial facebook dengan harga Rp. 250.000 per kilo , tersangka HS ini juga merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2019 lalu" terang AKBP Catur .


AKBP Catur mengungkapkan bahwa tersangka TR membeli bubuk petasan itu akan digunakan sendiri untuk membuat petasan.

"total sebanyak 9 kg serbuk petasan yang dibeli dari tersangka HS dengan harga Rp. 2.250.000," ungkapnya 


"keduanya Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Barang bukti sudah kami amankan. Total ada 11 kilogram serbuk petasan yang disita dari kedua tangan tersangka dan barang bukti lainnya," imbuhnya 


Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 1 ayat (1) undang-undang darurat republik indonesia nomor 12 tahun 1951 jo. Pasal 65 kuhp jo. Pasal 53 kuhp jo. Pasal 55 KUHP. 

"Ancaman hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup atau hukuman pidana penjara setinggi-tingginya 20 (dua puluh) tahun," tutup AKBP Catur


(Humas)

Komentar

Tampilkan

Terkini