Disbudparpora Kabupaten Ponorogo Tampilkan Reyog Singo Sumo Wicitro SMP Negeri 2 Kauman pada Gelar Reyog Bulan Purnama 2026 di Alun-Alun Ponorogo
![]() |
| Pagelaran Reyog Bulan Purnama di Paseban Alun- Alun Ponorogo |
Ponorogo, Suara Wengker– Bertempat di Paseban Alun- Alun Ponorogo, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo (Disbudparpora) menyelenggarakan agenda rutin Pentas Reyog Malam Bulan Purnama Tahun 2026, Penampilan tersebut Dalam rangka pelestarian kesenian tradisional daerah serta pelaksanaan Calender of Event Kabupaten Ponorogo Tahun 2026. Selain Reyog tampil juga anak- anak dari Dapur seni Probo Wengker.( Sabtu, 14/02/2026)
![]() |
| Kabid kebudayaan Disbudparpora Ponorogo Yayuk Herdianawati, SH., M.Si bersama para penari Jathil |
Dalam sambutannya kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo (Disbudparpora) Judha Slamet Sarwo Edi, S.Sos., M.Si yang di sampaikan oleh Kabid kebudayaan Yayuk Herdianawati, SH., M.Si mengatakan bahwa Dalam rangka pelestarian kesenian tradisional daerah serta pelaksanaan Calender of Event Kabupaten Ponorogo Tahun 2026, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan agenda rutin Pentas Reog Malam Bulan Purnama Tahun 2026 yang bertempat di Paseban Alun- Alun Ponorogo.
![]() |
| Penari dari dapur seni Probo Wengker |
" Pada hari ini akan tampil Pengisi Tari dari TK Muslimat NU 001 Nologaten dengan Tari Kenyo Manik, selanjutnya akan tampil Dapur Seni Probo Wengker dengan Tari Anak Indonesia, Tari Pujangganong, Tari Ujung Alit, Tari Ciblungan, Tari Jemparingan dan yang terakhir akan tampil Pentas Reyog Singo Sumo Wicitro SMP Negeri 2 Kauman grup reog dari SMPN 2 kauman Ponorogo," jelas Yayuk Herdianawati, SH., M.Si
Ratusan warga tampak memadati area alun-alun sejak sore hari. Antusiasme masyarakat semakin ramai saat grup Reyog Singo Sumo Wicitro SMP Negeri 2 Kauman menampilkan tarian pembuka Jathil yang enerjik, disusul kemunculan Warok dan atraksi Dadak Merak yang memukau.
Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa dengan penampilan reyog dalam gelar reyog bukan purnama bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya lokal. momentum gelar reyog bulan purnama yang sarat nilai tradisi sangat selaras dengan semangat menjaga warisan budaya daerah.
“Reog adalah identitas Ponorogo. Melalui gelar reyog bulan purnama 2026, kami ingin menghadirkan hiburan bernuansa budaya sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kesenian asli daerah,” Tambah Yayuk Herdianawati.
Dengan digelarnya Reyog bulan purnama di Alun-Alun Ponorogo, Disbudparpora berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya daerah, sekaligus mendorong sektor pariwisata lokal agar semakin berkembang.(eSWe)


