-->

Iklan

Halaman

“JURANG KARAM (MENCIPTAKAN RANGKAIAN TUJUH KETRAMPILAN) DI SEKOLAH SEBAGAI PEMBENTUK SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL DAN BERKARAKTER PANCASILA”

01 December 2021, 10:32:00 AM WIB Last Updated 2021-12-01T03:32:07Z


Program Double track di SMAN 1 Pulung


Oleh : Anna Rusmiyati, S. Sos

(SMANegeri 1 Pulung Ponorogo)


Pulung, Suarawengker-Jurang Karam (menciptakan rangkaian tujuh ketrampilan) merupakan salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan oleh SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo dalam memberikan keterampilan kepada peserta didiknya jika mereka lulus dan terpaksa belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, maka mereka memiliki bekal mandiri untuk berwirausaha dan bekerja di daerahnya sesuai skill (keahlian) yang dimiliki.  Jurang karam dalam hal ini adalah program Double Track (DT) yang dimiliki Di SMA Negeri 1 Pulung, telah berjalan memasuki tahun ketiga. Pesertanya dari tahun ke tahun juga meningkat. Banyak hal positif yang bisa diambil dan diterapkan peserta didik setelah mengikuti kegiatan double track. Mereka selain belajar secara formal juga memperoleh ketrampilan secara gratis yang bisa dimanfaatkan setelah lulus dari SMA. 


Joko Wilis Putro kepala SMAN 1 Pulung Ponorogo


Pancasila bagi bangsa Indonesia merupakan dasar negara dan “way of life” bagi kehidupan bermasyarakat. Sebagai pedoman hidup berbangsa, maka Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang wajib dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kunci dalam pengimplementasian Pancasila dalam kehidupan bernegara dan berbangsa di Indonesia adalah harus adanya integrasi nilai-nilai yang ada dalam Pancasila kedalam seluruh aspek kehidupan di masyarakat, yaitu program pendidikan, program politik, pertahanan keamanan, program ekonomi, dan kehidupan sosial berbangsa dan bernegara. Dengan terintegrasinya Pancasila, maka transformasi menuju bangsa yang makmur, sejahtera, dan ber-Bhineka Tunggal Ika akan lebih cepat terwujud dalam kesatuan wilayah Indonesia. Program pendidikan termasuk salah satu aspek dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur dalam Pancasila. Agar nilai-nilai Pancasila itu bisa terimplementasi maka pihak sekolah mewujudkannya dalam bentuk program double track (DT). 




Dalam program double track ini sebagian guru menjadi trainer (pelatihnya) sehingga mampu mendampingi, membimbing, dan mengevaluasi secara langsung kemampuan peserta didik. Sejauh ini program double telah mampu mencetak tenaga  Program double track SMA/MA terdiri 7 bidang keterampilan. Meliputi multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan dengan 17 belas bidang keahlian. Pelaksanaan program double track di sekolah bisa menjadi wujud terbentuknya implementasi Pancasila di sekolah. Secara tidak langsung banyak pembelajaran tentang nilai-nilai luhur Pancasila di dalamnya, mulai sila (1) Ketuhanan Yang Esa, (2) Kemanusian Yang Adil dan Beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, (5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.  Program double track yang mana telah menciptakan Jurang Karam (Tujuh Rangkaian Ketrampilan) ke depannya harus mampu menggandeng atau bermitra dengan pihak keluarga, masyarakat, dan instansi pemerintah atau swasta. Double Track memiliki konsep dalam penyelenggaraannya agar bisa terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Konsepnya tidak hanya diterapkan pada SMA Negeri saja tapi juga pada Madrasah Aliyah dan Diniyah Ulya. 

Untuk teknis pelaksanaannya sendiri diikuti oleh siswa kelas XI. Pembelajaran keterampilan diajarkan selama satu tahun. Selesai pembelajaran dan dinyatakan lulus dimana sebelumnya melewati ujian sertifkasi ketrampilan. Setelah dinyatakan lulus dalam ujian tersebut, maka peserta mendapatkan seifkat sebagai bukti bahwa peserta didik tersebut layak dan memiliki satu ketrampilan yang bisa digunakan setelah lulus SMA dan menambah nilai plus meski tidak kuliah.  Ketrampilan yang mereka miliki bisa dimanfaatkan saat di rumah, misal dengan membuka salon kecantikan (ketrampilan tata kecantikan), di masyarakat yaitu dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu warga desa/RT mengenai pembuatan menu-menu masakan baru (ketrampilan tata boga), dan di instansi pemerintah/swasta adalah kemampuan instalatir listrik (ketrampilan teknik listrik).Ternyata sungguh luar biasa dampak program .double track mampu menjadi potensi yang dibutuhkan masyarakat. 

Program double track merupakan program pembelajaran yang menggabungkan cara belajar SMA dan dengan SMK. Nantinya, setiap peserta didik SMA akan diberi keterampilan tambahan untuk menyiapkan lulusannya siap kerja jika tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Konsepnya, berupa keterampilan tambahan yang diberikan kepada peserta didik SMA diporsikan sebagai ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap peserta didik minimal satu tahun bergabung dengan ekskul. Nah, untuk masalah waktu dapat dilaksanakan pada Jumat atau Sabtu sore. Pokoknya, keterampilan tambahan ini dikemas seperti ekskul, guys. Secara sekilas, kegiatan mirip dengan SMK. Tetapi sebenarnya berbeda. Yang membedakannya adalah pendalaman teori. Kalau di SMK sejak awal sudah mempelajari teori dasar hingga praktek keterampilannya sedangkan SMA hanya tambahan tanpa mengganggu pelajaran umum.  Tujuan Inovasi Daerah Dengan diadakannya program Double Track di sekolah maka, (1) Guru dapat menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui pola kemitraan dengan keluarga, masyarakat, dan instansi pemerintah atau swasta, (2) Dengan adanya program double track di sekolah sebagai wahana unggulan membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter Pancasilais, (3) Menjadikan Program double track sebagai salah satu program kemitraan yang bisa terjalin antara pihak sekolah, keluarga, masyarakat, dan instansi pemerintah atau swasta.  

Komentar

Tampilkan

Terkini