Bentuk Karakter Siswa Peduli Lingkungan, SDN 1 Brotonegaran Ajarkan Pengelolaan dan Pemilahan Sampah
![]() |
| Semangat siswa-Siswi SDN 1 Brotonegaran ikuti kegiatan pemilahan sampah di sekolah |
Ponorogo, Suara Wengker– Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi perhatian SDN 1 Brotonegaran Ponorogo dengan memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah. Melalui kegiatan pembelajaran tersebut, siswa diajak untuk mengenal berbagai jenis sampah sekaligus memahami cara mengelolanya dengan benar. Mulai dari memilah sampah organik dan anorganik hingga membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenis dan tempat yang telah disediakan.(Sabtu, 07/11/2026)
![]() |
| Kompak kerjasama bapak ibu guru dan murid pada kegiatan pengelolaan dan pimilahan sampah |
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, siswa juga didorong untuk menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Saat di konfirmasi wartawan kepala SDN 1 Brotonegaran Ayuk Dwi Puspitasari S.Pd mengatakan bahwa Alhamdulillah pada hari ini SDN 1 Brotonegaran adakan kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah yang di laksanakan di sekolah
" Kami pihak sekolahan sudah disediakan keranjang pemilahan sampah non organik dan sudah berjalan selama 3 bulan terakhir anak- anak di edukasi oleh bapak ibu guru, yang dimotori oleh Bu Akfiani Ash Shiddieqy, S.Pd, yang merupakan guru kelas VI sekaligus Direktur Bank Sampah, yang tergerak untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, para siswa diajari untuk membuang sampah di keranjang yang sudah disediakan dengan memisahkan sampah organik dan sampah non organik, sampai hari ini sudah terkumpul lebih dari 100 kg sampah non organik, Jelas Ayuk Dwi Puspitasari S.Pd
![]() |
| Sampah hasil Pemilahan |
Sementara itu Akfiani Ash Shiddieqy, S.Pd Guru Kelas VI sekaligus Direktur Bank Sampah Selo Berkah Ngunut Babadan mengatakan bahwa Pemilahan sampah menjadi langkah sederhana yang memiliki manfaat besar bagi kelestarian lingkungan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
"kegiatan ini mendapat dukungan dari kepala sekolah dan seluruh guru dengan harapan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan asri, dan membentuk karakter anak untuk peduli terhadap sampah."
Dengan pembiasaan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola sehingga memiliki nilai manfaat. Jelas Akfiani Ash Shiddieqy, S.Pd guru penggerak kegiatan ini
Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa Selain menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman, edukasi pengelolaan sampah juga menjadi sarana pendidikan karakter. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap alam dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
" Dengan adanya edukasi dan pembiasaan pemilahan sampah ini, seluruh siswa akan semakin peduli terhadap lingkungan. Dengan demikian, budaya hidup bersih dan sehat dapat tertanam sejak dini serta menjadi kebiasaan positif hingga mereka dewasa." Tambahnya .(eSWe)


