🔵 NEWS

Inovasi Desa Ngunut Babadan Ponorogo Jadi Referensi dan Percontohan, Dijadikan Tempat Study Banding Desa Binaan FEB Universitas Brawijaya Malang

 

Tim FEB Universitas Brawijaya Malang bersama seluruh peserta study banding di desa Ngunut 


Ponorogo, Suara Wengker– Berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, kembali mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Desa Ngunut dipercaya menjadi lokasi study banding bagi kampung Semar dan Glintung Go green yang merupakan binaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai upaya memperkuat pengelolaan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan inovasi berbasis potensi lokal.

Kegiatan studi banding tersebut diikuti oleh rombongan dosen, mahasiswa, dan perwakilan desa binaan FEB Universitas Brawijaya. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Pemerintah Desa Ngunut beserta perangkat desa dan unsur masyarakat.( Minggu, 26/07/2026)

Siti Khotijah Kepala Desa Ngunut 

Siti Khotijah Kepala Desa Ngunut kecamatan Babadan Ponorogo dalam sambutannya mengatakan Alhamdulillah rasa syukur dan bangga karena desa Ngunut dipercaya sebagai lokasi studi banding bagi kampung Semar dan Glintung Go green, kunjungan ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

"Studi banding ini bukan hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga sarana mempererat kolaborasi antara pemerintah desa dengan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan,"

Kunjungan ke area Car free day 

Dalam kesempatan ini kami berikan pemaparan mengenai berbagai inovasi yang telah diterapkan Desa Ngunut, mulai dari tata kelola pemerintahan yang partisipatif, penguatan kelembagaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, Ngunut menabung air, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program unggulan desa. Jelas Siti Khotijah 

Prof Fathur Rohman, SE., M.Si dari FEB Universitas Brawijaya Malang mengatakan bahwa Desa Ngunut dipilih karena dinilai memiliki berbagai praktik baik yang layak dijadikan referensi bagi desa-desa binaan. Melalui kunjungan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru yang dapat diadaptasi sesuai dengan potensi dan karakteristik desa masing-masing.

Sementara itu camat Babadan Siti Hanifah, S.STP., M.Si mengucapkan Selamat datang di desa ngunut kab ponorogo kepada FEB Universitas Brawijaya Malang dan peserta studi banding dari kampung Semar dan Glintung Go green malang,

" Berbagai Inovasi yang di lakukan boleh desa ngunut di antaranya menabung air di seluruh desa ngunut, ada biopori dan hari ini bisa lihat nyata ada inisiatif ada car free day, 

Mohon bimbingan dan saran jika ada kekurangan di desa Ngunut, kita bisa bisa sharing bersama- sama lingkungan tempat tinggal untuk menjaga lingkungan, jelas Siti Hanifah, S.STP., M.Si 

Rombongan juga diajak meninjau secara langsung sejumlah program unggulan dan inovasi yang telah berjalan di Desa Ngunut salah satunya datang langsung di area Car free day dan di sambut dengan penampilan reog desa Ngunut. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun partisipasi masyarakat, tata kelola pemerintahan desa, hingga pengembangan program berbasis kebutuhan warga.

Melalui kegiatan studi banding ini akan terjalin sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan pemerintah desa Ngunut dalam menciptakan inovasi, mempercepat pembangunan desa Ngunut menjadi desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing. Desa Ngunut sendiri telah lama menjadi objek berbagai kajian akademik mengenai tata kelola desa dan pembangunan masyarakat, sehingga semakin menguatkan posisi Desa Ngunut sebagai salah satu desa rujukan di Kabupaten Ponorogo.(eSWe)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment