🔵 NEWS

Tim PKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo Adakan Focus Group Discussion Dengan Tema Pengembangan Kemandirian Komunitas Warga Tunagrahita Berbasis UMKM Batik Ciprat Di Rumah Harapan Desa Karangpatihan Balong Ponorogo

 

ketua PKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo  Adib Khusnul Rois, M.E bersama kades Karangpatihan 

Balong, Suara Wengker- Bertempat di Rumah harapan desa Karangpatihan kecamatan Balong kabupaten Ponorogo, Tim PKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo bekerjasama dengan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Kemendiktisaintek Tahun 2025 mengadakan Focus Group Discussion Dengan mengambil tema Pengembangan Kemandirian Komunitas Warga Tunagrahita berbasis UMKM batik cipratdengan  ketua PKM  Adib Khusnul Rois, M.E, Anggota: Dr. Anip Dwi Saputro, M.Pd, dan Dr. Alip Sugianto, M.Hum, Hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Karangpatihan  Eko Mulyadi, S.IP, Perangkat Desa Karangpatihan dan Pengurus Rumah Harapan Desa Karangpatihan Balong.(Senin, 28 Juli 2025)

Antusias Peserta ikuti FGD

Ketua PKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo Adib Khusnul Rois, M.E saat di konfirmasi wartawan mengatakan bahwa Alhamdulillah pada hari ini kami tim PKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan Focus Group Discussion  di desa Karangpatihan kecamatan Balong,

"Desa Karangpatihan di Kecamatan Balong, Ponorogo, dikenal sebagai desa inklusi yang memberdayakan penyandang disabilitas, salah satunya melalui kerajinan batik ciprat. Batik ciprat adalah bentuk seni batik yang dibuat dengan cara mencipratkan pewarna ke kain, menciptakan pola yang unik dan ekspresif." Jelas Adib Khusnul Rois, M.E

Batik Ciprat dari Karangpatihan Balong

Lebih lanjut  beliau juga menjelaskan Bahwa teknik ini memungkinkan penyandang disabilitas, terutama tunagrahita, untuk berkarya secara kreatif tanpa keterbatasan teknik yang rumit. Untuk memperkuat dan mengembangkan potensi batik ciprat sebagai produk unggulan desa, serta memperluas jangkauan pemasaran dan nilai ekonominya, diadakan Forum Grup Diskusi (FGD) yang melibatkan berbagai pihak.

" Adapun tujuan Kegiatan ini adalah menggali potensi dan permasalahan dalam produksi dan pemasaran batik ciprat di desa karangpatihan balong , Menyusun strategi pengembangan produk berbasis potensi local di desa karangpatihan balong, Meningkatkan partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi inklusif di desa karangpatihan balong."

Menyusun rencana tindak lanjut untuk pelatihan, pemasaran, dan pengembangan brand batik ciprat Karangpatihan, Menggali pengalaman dan kebutuhan para penyandang Tunagrahita dalam proses produksi batik ciprat di desa karangpatihan balong, Menyusun strategi peningkatan kualitas dan pemasaran batik ciprat di desa karangpatihan balong, Memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, pendamping, komunitas disabilitas, dan stakeholder terkait. Tambahnya 

Masih kata Adib Khusnul Rois, M.E bahwa kegiatan FGD ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat peran Batik Ciprat sebagai simbol kemandirian dan inklusi sosial bagi penyandang tunagrahita di Desa Karangpatihan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi dasar pengembangan program yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas.(Tim PKM UMPO)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image