Jejak Teknokrat di Kota Reog: Mengenal Ir. H. Nyoto Wiyono, M.S. Sosok Multi-Talenta Penjaga Visi Ponorogo
![]() |
| Ir. H. Nyoto Wiyono, M.S Sosok Multi-Talenta Penjaga Visi Ponorogo |
Ponorogo, Suara Wengker– Mewujudkan visi “Ponorogo HEBAT” Harmoni, Elok, Bergas, Amanah, dan ber-Taqwa bukanlah sekadar merangkai diksi. Di balik cita-cita besar tersebut, dibutuhkan sinkronisasi antara komitmen pemimpin dan kompetensi pendamping yang mumpuni. Jika Bunda Hj. Lisdyarita, SH dikenal dengan gagasan cemerlang dan integritasnya yang "top markotop", maka sosok pendamping yang dibutuhkan adalah sosok yang mengerti budaya dan sistem tata kelola pemerintah daerah, serta paham betul luar-dalamnya karakteristik bumi Ponorogo.
Di sinilah nama Ir. H. Nyoto Wiyono, M.S. muncul ke permukaan. Pria berpostur tinggi besar yang akrab disapa Pak Nyoto ini bukanlah orang baru di jajaran birokrasi. Ia adalah seorang teknokrat ulung, figur yang tumbuh besar dalam disiplin perencanaan dan eksekusi pemerintahan selama lebih dari tiga dekade.
Akar Pendidikan dan Disiplin Intelektual
Perjalanan intelektual Pak Nyoto terbentuk di koridor-koridor kampus bergengsi. Ia menuntaskan gelar Insinyur (Ir) di Universitas Brawijaya Malang, sebelum akhirnya memperdalam disiplin keilmuannya melalui gelar Master Sains (M.S) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Kombinasi latar belakang pendidikan teknik dan sains ini membentuk karakter Pak Nyoto yang detail, terukur, dan berbasis data-kualitas yang sangat krusial dalam mengelola tata kelola pemerintahan daerah.
Tiga Dekade Mengabdi: Dari Hutan hingga Pendidikan
Bagi Pak Nyoto, Ponorogo bukan sekadar tempat tugas, melainkan laboratorium pengabdian selama 30 tahun. Rekam jejaknya mencerminkan sosok "Multi-Talenta". Jarang ada birokrat yang mampu melintasi berbagai disiplin dinas dengan baik.
Karakter tegas, berintegritas dan berwawasan luas mengantarkan Pak Nyoto untuk mengemban amanah memimpin sektor teknis sebagai Kepala Dinas Kehutanan, Pertanian, hingga Tenaga Kerja. Tak berhenti di sana, kemampuan manajerialnya teruji saat menjabat sebagai Kepala Bappeda sebagai dapur utama perencanaan pembangunan daerah serta sebagai Kepala Inspektorat yang menjaga muru'ah pengawasan di Kabupaten Ponorogo. Bahkan, ia sempat mengemban amanah sebagai Asisten Administrasi Umum dan PLT Kepala Dinas Pendidikan.
"Melayani dengan Ikhlas" bukan sekadar slogan baginya, melainkan prinsip yang ia bawa hingga masa purnatugas di birokrasi, yang kini ia lanjutkan dengan berbagi ilmu sebagai staf pengajar (dosen) di Universitas Wisnuwardhana Malang
Harmoni Kepemimpinan: Menjadi "Nyoto" untuk Ponorogo
Keunggulan utama Pak Nyoto terletak pada pengenalannya yang mendalam terhadap karakteristik sosial, politik, dan budaya Ponorogo. Ia tidak hanya mengerti angka-angka di atas kertas, tetapi juga memahami denyut nadi masyarakat di lapangan.
Dalam dinamika politik menuju kursi Wakil Bupati, Pak Nyoto hadir sebagai figur yang "nyata" (dalam bahasa Jawa: nyoto). Ia adalah piranti sekaligus sumber solusi yang siap melengkapi kepemimpinan Bunda Lisdyarita. Kehadirannya diprediksi akan menjadi penyeimbang yang pas—kombinasi antara energi segar sang pemimpin dan kematangan pengalaman sang teknokrat.
Jika langkah ini berlanjut, duet ini bukan sekadar urusan politik praktis, melainkan upaya menyatukan komitmen dengan kompetensi untuk satu tujuan: Ponorogo yang benar-benar HEBAT. (*)
