Pemerintah Kabupaten Ponorogo Adakan Job Fair 2025 di Graha Watoe Dhakon, 43 Perusahaan Nasional Tawarkan 5.619 lowongan Kerja
![]() |
| Kang Giri Bupati Ponorogo buka job fair 2025 |
Ponorogo, Suara Wengker– Bertempat di Graha Watoe Dhakon UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Pemerintah kabupaten Ponorogo melalui dinas tenaga kerja kabupaten Ponorogo adakan job fair 2025 yang di ikuti 43 Perusahaan Nasional dengan menawarkan 5.619 lowongan bahkan 18 perusahaan melakukan wawancara langsung di tempat saat acara berlangsung, Job fair dan rekrutmen ini berlangsung selama dua hari.( Rabu.05/11/2025)
![]() |
| Drs. Suko Kartono, MM saksikan wawancara langsung perusahaan dengan pencari kerja |
Saat di konfirmasi wartawan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo Drs. Suko Kartono, MM mengatakan bahwa ribuan formasi yang tersedia memungkinkan angkatan kerja mendapatkan pekerjaan sesuai sesuai bakat, minat, dan kompetensinya. surat lamaran dapat dikirm secara offline maupun online.
![]() |
| Antusias Peserta ikuti job fair 2025 |
“Job fair yang merupakan kerja sama pemerintah, dunia perguruan tinggi, dan perusahaan ini efektif menekan angka pengangguran,”Jelas Suko Kartono
Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Ponorogo sejatinya cenderung terus menurun. Dari 4,66 persen pada 2023 menjadi 4,19 persen setahun kemudian. Para pencari kerja mendapatkan kemudahan dalam job fair kali ini karena langsung menjalani proses rekrutmen di tempat. Job fair tahun ini tidak sekadar expo, tetapi langsung ada proses interview. Pencari kerja dapat mengetahui lolos atau tidak. Tambahnya
Sementara itu Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, SE., MM mengatakan bahwa tantangan dunia kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan setiap tahun. Tenaga kerja yang unggul tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki mental kerja kuat.
“Sudahlah, anak-anak kami ini jangan hanya dilihat dari angka dan nilai. Pandanglah jiwanya, pandanglah potensinya karena yang bekerja itu bukan hanya raga tapi juga jiwanya,”Jelas Kang Giri
Masih kata Kang Giri, Pentingnya peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo agar lebih berdaya saing di luar negeri. Kalau berangkat harus yang skill worker, biar di sana nyaman, pulangnya keren, agar kemudian sepulang dari luar negeri sudah membawa etos kerja, pengalaman, dan modal kerja. tambahnya
Wakil Rektor III UIN Ki Ageng Muhammad Besari Ponorogo Miftahul Huda mengapresiasi pelaksanaan job fair sebagai bentuk sinergi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha. Sebab, bursa kerja itu memberikan akses karir bagi mahasiswa dan alumni.
“Kalau dulu kampus hanya mengurus mahasiswa sampai lulus, sekarang harus memastikan para alumninya bisa mengembangkan karir serta mendapatkan pekerjaan yang layak." Jelas Miftahul Huda(ADV/ eSWe)


