www.suarawengker.com | Berbagi informasi tentang : Pemerintahan, Pendidikan, Kuliner, Ekonomi, Bisnis, Otomotif, Dewan, info Daerah

Kartini di era modern "Puan Maharani" ketua DPR-RI perempuan pertama di Indonesia, membuat hari Kartini 2022 lebih spesial

 


Puan Maharani"Kartini modern Indonesia'


Oleh: Laurent 

Suarawengker,-Kita masih berada dalam euforia Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, yang punya makna penting bagi perempuan Indonesia. 


Kartini adalah simbol perjuangan, kekuatan perubahan, dan emansipasi perempuan Indonesia.  


Emansipasi berarti pembebasan dari perbudakan dan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. 


Emansipasi wanita bertujuan memberi wanita kesempatan bekerja, belajar, dan berkarya seperti halnya para lelaki. 


Emansipasi berarti pula mendapatkan penghargaan yang sudah seharusnya diterima perempuan. 


Peringatan hari Kartini yang secara besar-besaran dimulai pada 21 April 1947 identik dengan semangat emansipasi. 


Perayaan ini dimaknai sebagai semangat pembebasan perempuan dari belenggu domestikasi dan semangat perjuangan akan kesetaraan peran (sosial dan politik) dalam sistem dan institusi sosial. 


Sudah cukup lama makna emansipasi ini berada dalam status quo. 


Kita banyak mendengar kasus kekerasan terhadap perempuan, rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen, dan kita juga banyak melihat sendiri berbagai dampak situasi ekonomi politik, termasuk kebijakan justru makin menyulitkan akses keterjangkauan kaum perempuan. 


Lagi-lagi situasi ini membuat kaum perempuan tak punya daya tawar yang kuat dan menjadi kelompok yang paling rentan akan dampak ketidakadilan. 


Tahun ini semua status quo ini menguap sekejap karena disahkannya UU Tindang Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sembilan hari sebelum peringatan momentum hari emansipasi perempuan. 


Ada banyak alasan mengapa momen peringatan Hari Kartini kali ini terasa berbeda. 


Saya akan merangkum beberapa di antara alasan-alasan itu dalam tiga faktor utama yang juga menjadi refleksi terhadap perjuangan panjang mencapai emansipasi. 


Pertama, Faktor Puan Maharani. 


Tak dipungkiri bahwa salah satu kemajuan dukungan kebijakan yang melindungi perempuan keberadaan Puan, di kursi Ketua DPR-RI. 


Gagasan Pembentukan UU TPKS juga dimulai dari keprihatinan Puan karena kasus pemerkosaan yang menewaskan seorang anak perempuan. 


UU TPKS hampir satu dekade terombang-ambing tak menentu. Sampai di tangan Puan, tuntutan pengesahan UU TPKS ini mendapatkan jawabannya.


Kedua, faktor komitmen kelompok masyarakat sipil. 


Ada lebih dari 100 kelompok masyarakat sipil yang mengawal pengesahan UU ini. 


UU TPKS merupakan model kebijakan pembentukan UU yang inklusif dengan kelompok sipil masyarakat. 


Ia bagai oase di tengah keringnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan. 


Ketiga, faktor keadilan. 


Salah satu wacana besar yang muncul dengan lahirnya UU TPKS ini adalah aspek keadilan yang hadir kembali dan menjadi angin segar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Kita sudah terlalu lama melihat ketimpangan dalam relasi sosial masyarakat, selain ketimpangan dalam relasi ekonomi dan politik, ketimpangan lain yang besar jurangnya adalah ketimpangan dalam perspektif gender. 


Peran perempuan, tubuh perempuan, pikiran perempuan, dan kehadiran perempuan setidaknya mulai terbuka dalam diskursus di ruang publik. 


Tinggal bagaimana membangun kesadaran yang berkelanjutan akan peran perempuan yang lebih setara pada masa yang akan datang. 


Selamat merayakan kemeriahan Hari Kartini! Kita tentu tidak akan berhenti berjuang menuju masyarakat yang emansipatoris.


Oleh: Laurent 

Pengunjung :


Name

Beri6,2,Berita,1308,Berita.kodim,15,Bisnis,66,Bupati,1,daerah,3,desa,5,Dewan,30,Ekonomi,50,Giat,198,kabupaten,1,Kasus,9,kodim,1,Kriminal,3,Kuliner,7,Laka - Lantas,4,Otomotif,23,Pembangunan,79,pemerintah,415,pemerintah Ponorogo,12,pemerintah Ponorogo giat,1,Pemerintahan,210,Pendidikan,561,pendidikan giat,2,pendidikan pemerintah,2,pendidikan pemerintah Ponorogo,1,pendidikan ponorogo,1,Polisi,2,politik,1,polr8,1,Polres,1107,Polri,617,polri pemerintah Ponorogo pendidikan giat,1,Polri-TNI,5,Polwan,1,Ponorogo,574,Ponorogo giat,1,ponorogo pemerintah,1,Ponorogo pendidikan,6,Sosial,1,TNI,172,TNI-Polri,133,Ucapan,12,Wisata,26,
ltr
item
Suara Wengker: Kartini di era modern "Puan Maharani" ketua DPR-RI perempuan pertama di Indonesia, membuat hari Kartini 2022 lebih spesial
Kartini di era modern "Puan Maharani" ketua DPR-RI perempuan pertama di Indonesia, membuat hari Kartini 2022 lebih spesial
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjq6NtFGdlMmJL5OUMmnyNR6cZL8mDKAvMDCfWA8EC798jyETxlzx12u2JdHyNZ8aY6kQVcvIR6Vztm3Z9hp_75zqQo4ytzNsDe_j6mC77SCuS1EQ-NcvY3MdrCE2T2dVH4ge1gkV_GPV9MwxG2XhMkpSpyU3Tccw54n2p0S9LzhNKYHAOctl_S9EC/s320/IMG-20220425-WA0002.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjq6NtFGdlMmJL5OUMmnyNR6cZL8mDKAvMDCfWA8EC798jyETxlzx12u2JdHyNZ8aY6kQVcvIR6Vztm3Z9hp_75zqQo4ytzNsDe_j6mC77SCuS1EQ-NcvY3MdrCE2T2dVH4ge1gkV_GPV9MwxG2XhMkpSpyU3Tccw54n2p0S9LzhNKYHAOctl_S9EC/s72-c/IMG-20220425-WA0002.jpg
Suara Wengker
https://www.suarawengker.com/2022/04/kartini-di-era-modern-puan-maharani.html
https://www.suarawengker.com/
https://www.suarawengker.com/
https://www.suarawengker.com/2022/04/kartini-di-era-modern-puan-maharani.html
true
8364970414724867657
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy