-->

Iklan

Halaman

Fakultas Teknik Unmuh Ponorogo menyelenggarakan Kuliah Tamu oleh Visiting Professor Berkelas Dunia

22 October 2021, 9:17:00 AM WIB Last Updated 2021-10-22T02:19:58Z

Kuliah tamu (guest lecture) di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo secara daring

Ponorogo, Suarawengker- Pada hari Kamis, tanggal 21 Oktober 2021 telah berlangsung acara kuliah tamu (guest lecture) di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo secara daring melalui media Zoom meeting. Acara ini merupakan bagian dari program World Class Professor (WCP) 2021 yang diterima oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tema dari acara kuliah tamu tersebut adalah “Current and Future Developments in Engineering”. Dalam pidato pembukaannya, Bapak Wakil Rektor 1 Unmuh Ponorogo, Dr. Bambang Harmanto, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ilmiah seperti ini dapat meningkatkan atmosfer akademik di Fakultas Teknik Unmuh Ponorogo. Civitas akademika Fakultas Teknik Unmuh Ponorogo akan mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan tentang perkembangan teknologi saat ini dan yang akan datang. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi nyata dari kegiatan kerjasama antara Unmuh Ponorogo dengan Perguruan Tinggi di dalam dan Luar Negeri, khususnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universiti Teknologi Malaysia yang keduanya terlibat dalam acara tersebut. 

Prof. Ali Selamat dari UTM ketika menyampaikan kuliah di Universitas Muhamadiyah Ponorogo

Kuliah utama disampaikan oleh Prof. Ali Selamat yang merupakan Professor Berkelas Dunia dari Malaysia-Japan International Institute of Technology, Universiti Teknologi Malaysia di Kuala Lumpur. Beliau menyampaikan materi yang bertajuk “Artificial Intelligence for Engineering”. Pada materi tersebut disampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini sudah sangat canggih dan akan terus berkembang di masa yang akan datang. Kecerdasan buatan sudah sedimikian rupa dikembangkan dan ditanamkan dalam berbagai perangkat cerdas. Perangkat-perangkat cerdas tersebut dapat bekerja sebagai robot otonom tanpa perlu dikendalikan oleh manusia sebagai operator. Sebagai contoh, saat ini kita sudah dapat menemukan mobil yang bisa bergerak sesuai jalur, melakukan pengereman, dan menghindari objek yang ada di depannya secara otomatis tanpa perlu dikemudikan oleh manusia. Meskipun secara regulasi belum diizinkan untuk digunakan di jalan raya, namun demikian, di masa yang akan datang, bisa jadi akan banyak kita temukan mobil-mobil otonom beroperasi di jalanan-jalanan sekitar kita. Teknologi seperti ini di satu sisi memudahkan kehidupan manusia, namun di sisi lain juga bisa beresiko bagi manusia. Sebagai contoh, jika terjadi kecelakaan pada mobil yang dikendarai oleh manusia, maka tanggungjawabnya akan dibebankan pada pengendaranya. Namun, jika suatu mobil yang dikendalikan oleh komputer mengalami kecelakaan karena kegagalan sistem dan menyebabkan kerugian atau korban, lalu siapa yang akan dimintai pertanggungjawabannya? Ini menjadi pertanyaan besar dan tentunya harus ada peraturan yang jelas sebelum mobil-mobil otonom diperbolehkan untuk beroperasi di jalan raya. Perlu diketahui bahwa saat ini banyak negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan kecerdasan buatan untuk diterapkan pada berbagai bidang mulai dari rumah tangga, industri, sampai dengan pertahanan dan keamanan. Kita sebagai negara berdaulat, mempunyai kesempatan yang sama seperti negara-negara maju untuk melakukan penelitian dan pengembangan di bidang artificial intelligence untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta alat untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Retno Asih, Ph.D. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan tajuk “metode komputasi untuk simulasi material”. Beliau menyampaikan bagaimana komputer dapat digunakan sebagai laboratorium untuk melakukan penelitian dalam pengembangan material yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan teknologi saat ini. Melalui perhitungan komputer yang berlandaskan pada konsep-konsep ilmiah, seorang peneliti dapat mendesain sebuah material baru dengan sifat-sifat yang dapat diatur sesuai dengan tujuan penggunaan material tersebut. Sebagai contoh, dalam pembuatan pesawat terbang diperlukan material yang kuat, ringan, dan dapat bertahan pada kondisi ekstrim. Dengan menggunakan simulasi komputer, kita dapat merancang material dengan sifat-sifat seperti yang disebutkan tadi. 

Materi terakhir disampaikan oleh Bapak Fauzan Masykur, M.Kom. Beliau menyampaikan tentang implementasi kecerdasan buatan di bidang pertanian. Salah satu implementasinya adalah untuk mendeteksi kualitas, tingkat kematangan, dan hama yang terdapat pada buah. Sampai dengan saat ini, tingkat akurasi dari metode deteksi yang dikembangkan dalam penelitian beliau telah mencapai 90 persen atau lebih. Teknologi ini memudahkan para petani, pedagang, dan konsumen produk pertanian untuk menentukan kualitas produk yang dijual dan dikonsumsi.(Tim Unmuh Ponorogo/SW) 

Komentar

Tampilkan

Terkini