Selamat Datang di situs berita online 'www.suarawengker.com' - info wilayah wengker - Email : suarawengker@gmail.com

Adanya kolaborasi antara konservasi budaya(kelestarian reyog)dan konversasi merak bisa seimbang jika di dukung semua pihak

Budi Warsito ketua yayasan reyog Ponorogo

Ponorogo, Suarawengker,-Kesenian reyog Ponorogo merupakan salah satu kesenian yang menjadi ikon di Indonesia ,terutama di Ponorogo bahan baku pembuatan reyog yang terdiri dari kulit harimau dan bulu merak hijau semakin kecil keberadaan ,oleh karena itu kepedulian terhadap konservasi terhadap merak hijau harus di perhitungkan ,yayasan elang ,bersama  yayasan reyog dan pertamina bersama sama melakukan terobosan terhadap konservasi merak hijau(Sabtu,19/12/2020)

Ketua yayasan reyog Ponorogo Budi Warsito saat di konfirmasi wartawan mengatakan bahwa kegiatan yang ada di padepokan reyog ini merupakan rangkaian dari yayasan konservasi elang Indonesia yang berpusat di bogor, memperhatikan terhadap konservasi khususnya merak hijau  itu sudah dirasa perlu melakukan langkah langkah mengembalikan lagi ke habitatnya atau jumlah satwa itu,padahal merak hijau itu bahan baku pembuatan kesenian reyog,jika burung merak hijau ini di habitat nya terbatas sedangkan di penangkaran juga terbatas kalau tidak segera di antisipasi ,nanti pada titik tertentu akan kesulitan,ada keterkaitan antara yayasan elang Indonesia ini dengan merak hijau,dan yayasan sudah mempunyai gagasan sejak tahun 2017,terkait konservasi satwa ini dengan konservasi budaya reyog Ponorogo yang bahan bakunya berasal dari bulu merak khususnya merak  hijau itu bisa seimbang ,jelas Budi Warsito

Sementara itu dalam sambutan Gunawan Ketua yayasan konservasi elang Indonesia mengatakan bahwa Seni Reyog Ponorogo merupakan salah satu seni kebudayaan dari leluhur dimana kesenian reyog menggunakan bulu merak dan kulit harimau, oleh karena kami dari yayasan konservasi elang Indonesia mengharapkan adanya kolaborasi antara budaya dan konversasi merak dapat sejalan. 

Gunawan juga berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah Ponorogo dalam mendukung konversi budaya, mendukung keanekaragaman hayatinya sehingga kesenian reyog Ponorogo akan tetap eksis,

"Kami yayasan elang Indonesia pernah melakukan survei di wilayah Jatim masih kami temukan merak liar, tetapi anehnya di wilayah ponorogo kami tidak menemukan merak liar oleh karena itu harapannya akan ada Kolaborasi yang indah antara konservasi budaya dan merak"tambahnya

Pihak Pertamina melalui perwakilannya Yuri Ristanto sangat mendukung adanya kolaborasi Antara konservasi budaya dan konservasi keanekaragaman hayati merak hijau di Ponorogo yang di lakukan oleh yayasan Elang Indonesia

Hadir dalam giat tersebut

PT. Pertamina Madiun diwakili Yuri Ristanto,BKSDA Jatim Andik Sumarsono,Ketua yayasan Konservasi elang Indonesia  Gunawan,Ketua yayasan paguyuban reyog Ponorogo Bpk. Budi Warsito, Sesepuh reyog Ponorogo Mbah Tobron,Kadisparpora diwakili sekretaris Bambang,Pelaku seni reyog dan sanggar langen Kusumo(SW).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Adanya kolaborasi antara konservasi budaya(kelestarian reyog)dan konversasi merak bisa seimbang jika di dukung semua pihak"

Post a Comment