Tim PKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO)Prodi Bahasa Inggris Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Digital Bagi Guru Bahasa Inggris SMA se-Kabupaten Ponorogo.
![]() |
| Tim PKM Umpo Dari prodi Bahasa Inggris dan seluruh peserta Workshop dari MGMP Guru Bahasa Inggris SMA kabupaten Ponorogo |
Ponorogo Suara Wengker– Era transformasi digital menuntut pendidik untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar workshop peningkatan kompetensi digital bagi puluhan guru Bahasa Inggris SMA se-Kabupaten Ponorogo.
![]() |
| Antusias Peserta ikuti workshop |
Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Pengembangan Kompetensi Digital Literasi Guru Bahasa Inggris SMA berbasis AI dan Transformasi Digital Melalui Pendekatan Inklusif Dan Keragaman Budaya" ini digelar bermitra dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kabupaten Ponorogo. Fokus utama pelatihan ini adalah membekali para pendidik dengan keterampilan merancang dan menyusun instrumen soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) secara berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan tetap mengedepankan prinsip inklusivitas serta keragaman budaya.
Program tersebut didanai melalui sumber pendanaan internal Universitas Muhammadiyah Ponorogo Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kabupaten Ponorogo sebagai mitra pelaksana. Tim pengabdian terdiri atas Rohfin Andria Gestanti sebagai ketua, dengan anggota Elok Putri Nimasari dan Siti Fatimah. Program ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMPO, yakni Avrilia Ricke Yulviana dan Dinda Putri Maharani, sebagai bagian dari pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan program berlangsung pada 4 Agustus 2026. Seluruh peserta merupakan guru-guru Bahasa Inggris SMA di Kabupaten Ponorogo. Dalam kegiatan workshop ini, peserta dibekali materi mengenai penggunaan AI untuk menunjang keahlian menyusun soal TKA, teknik instruksi (prompting), integrasi etika digital, serta penerapan pendekatan inklusif dan keragaman budaya dalam materi evaluasi pembelajaran.
Ketua Tim Pengabdian, Rohfin Andria Gestanti, menyampaikan bahwa peran guru sangat krusial dalam merespons transformasi digital di dunia pendidikan. "Pemanfaatan AI dalam penyusunan soal TKA memberikan efisiensi bagi guru, namun pendekatan inklusif dan kepekaan terhadap keragaman budaya harus tetap diintegrasikan untuk menjaga kualitas serta keadilan materi evaluasi bagi peserta didik," ujarnya.
Menurutnya, integrasi teknologi dan kompetensi pedagogis di lingkungan akademik perlu diwujudkan dalam aksi nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh komunitas sekolah. Melalui pendekatan pelatihan dan praktik interaktif ini, para guru tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai pengoperasian perangkat AI, tetapi juga ruang untuk berdiskusi serta menyusun draf soal yang relevan dengan kebutuhan siswa di Kabupaten Ponorogo.
Pelaksanaan program didukung penuh oleh MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Ponorogo. Pengurus dan koordinator mitra berperan aktif dalam mengoordinasikan keikutsertaan para guru selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Ponorogo, Rustiani Widiasih, berperan dalam mengoordinasikan keikutsertaan para guru selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi pendidikan dapat menjawab tantangan nyata di lapangan. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi akademisi untuk mendampingi sekolah secara berkelanjutan sehingga transformasi digital di daerah dapat berjalan secara adaptif, inklusif, dan berwawasan kebudayaan.(Tim PKM Umpo Prodi Bahasa Inggris/eSWe)

